Jumat, 19 Oktober 2018

Mengatur Tema, Menu dan mengepost di wordpress.org

Ada dibagian Dashboard - Tampilan - Tema


Ada dibagian Dashboard - Tampilan - Menu


Ada dibagian Dashboard - Pos - Tambah baru

install Wordpress.org di XAMPP

       1.       Siapkan dan nyalakan xampp anda.
 2.       Siapkan file file wordpress. Bisa download di https://id.wordpress.org/download/ .
       3.       Extract file tersebut dan pindahkan di xampp\htdocs.
       4.       Sebelum lanjut ke tutorial wordpress, buat database terlebih dahulu di browser http://localhost/phpmyadmin/ . Masukan nama database dan setelah itu tekan create(buat).
 5.       Lanjut ke tutorial wordpress di http://localhost/wordpress/ klik ayo! .
 6.       isi nama Basis data anda sama dengan nama database yang  telah anda buat. Setelah itu isi nama pengguna  dengan nama “root” dan kosongkan kata sandi. klik kirim.
 7.       Klik  jalankan pemasangan.
 8.       Isi informasi yang dibutuhkan, setelah itu klik install wordpress.
 9.       Masukan nama pengguna dan sandi anda. Klik log masuk.

       10.       Anda telah masuk di halaman wordpress anda

Selasa, 09 Oktober 2018

Web Berbasis PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman umum (wikipedia). PHP di kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group.
PHP disebut bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer server. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript yang diproses pada web browser (client).

Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Sesuai dengan namanya, PHP digunakan untuk membuat website pribadi. Dalam beberapa tahun perkembangannya, PHP menjelma menjadi bahasa pemrograman web yang powerful dan tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan orang seperti wikipedia, wordpress, joomla, dll.

Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext Preprocessor.

PHP dapat digunakan dengan gratis (free) dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open Source.

Kemudahan dan kepopuleran PHP sudah menjadi standar bagi programmer web di seluruh dunia. Menurut wikipedia pada februari 2014, sekitar 82% dari web server di dunia menggunakan PHP. PHP juga menjadi dasar dari aplikasi CMS (Content Management System) populer seperti Joomla, Drupal, dan WordPress.

Dikutip dari situs w3techs.com, (diakses pada 18 Desember 2014), berikut adalah market share penggunaan bahasa pemrograman server-side untuk mayoritas website di seluruh dunia :



Fungsi PHP Dalam Pemrograman Web:

Untuk membuat halaman web, sebenarnya PHP bukanlah bahasa pemrograman yang wajib digunakan. Kita bisa saja membuat website hanya menggunakan HTML saja. Web yang dihasilkan dengan HTML (dan CSS) ini dikenal dengan website statis, dimana konten dan halaman web bersifat tetap.

Sebagai perbandingan, website dinamis yang bisa dibuat menggunakan PHP adalah situs web yang bisa menyesuaikan tampilan konten tergantung situasi. Website dinamis juga bisa menyimpan data ke dalam database, membuat halaman yang berubah-ubah sesuai input dari user, memproses form, dll.

Untuk pembuatan web, kode PHP biasanya di sisipkan kedalam dokumen HTML. Karena fitur inilah PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau bahasa pemrograman script.

Web Berbasis CMS

CMS adalah sebuah sistem yang mempermudah penciptaaan sebuah website dinamis, di mana dalam sistem ini pengelolaan isi dan tampilan teknis dipisahkan antara editor, web master, web designer dan web developer.  Dengan pemisahan ini editor dapat mengelola isi website tanpa harus tergantung pada web master. Selanjutnya web developer bertanggung jawab atas dalam pengelolaan teknis dari sistem yang dipakai. Sedangkan web desainer bertanggung jawab terhadap tampilan yang digunakan  (Kemas Yunus Antonius, 2007: 2)[3]. Eksisten CMS memberikan peluang pembangunan serta pengelolaan website lebih mudah. Untuk membangun atau mengelola isi dari website seseorang tidak perlu menguasai aplikasi desain web atau bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun sebuah website seperti bahasa HTML, PHP, ASP dan bahasa pemrograman  lainnya.
Tujuan CMS adalah menyediakan suatu tampilan antar muka yang mudah di pahami untuk membangun dan memodifikasi halaman Web Content. Setiap CMS telah menyediakan web publishing tool yang memungkinkan satu sampai beberapa pengguna publish update langsung di Web. Editing Component disebut sebagai Content Management Application (CMA), dan publishing tool –nya disebut Content management Application. Kedua komponen tersebut digabungkan bersama dalam CMS untuk meperlancar proses Web Development.

Berikut ini adalah beberapa CMS berbasis we yang paling populer:
1. Wordpress
2. Blogger
3. Wix
4. Joomla
5. Droopal
6. Weebly

Beberapa dari CMS tools dapat digunakan dengan bebas, namun tidak sedikit juga yang menggunakan CMS tools yang berbayar. Ada juga CMS yang hanya menyediakan components dasarnya saja, tapi jika ingin menggunakan template berkualitas tinggi, web hosting, custom domain names,  atau fitur khusus lainnya, Anda akan dikenakan biaya. Jadi sebelum Anda memutuskan CMS mana yang Anda butuhkan atau gunakan, ada baiknya jika Anda mengulas terlebih dahulu agar dapat memilih mana yang paling sesuai dengan sasaran situs web Anda.

Web Berbasis Framework


Kata framework pasti sudah dikenal oleh para programer,karena untuk membuat aplikasi atau pemrograman web akan membutuhkan sebuah framework agar dalam proses koding lebih mudah.
Framework adalah sebuah software untuk memudahkan para programer untuk membuat sebuah aplikasi web yang di dalam nya ada berbagai fungsi diantaranya plugin, dan konsep untuk membentuk suatu sistem tertentu agar tersusun dan tersetruktur dengan rapih.
Dengan menggunakan framework bukan berarti kita akan terbebas dengan pengkodean. Karena kita sebagai seorang pengguna framework haruslah menggunakan fungsi – fungsi dan variable yang ada di dalam sebuah framework yang kita gunakan.
framework terbagi dua yaitu framework PHP dan framework CSS.

Framework PHP terdiri dari:
1. Laravel
2. Yii
3. Code Igniter
4. Symfoni
5. Zend Framework
6. Cake PHP
7. Fuel PHP
8. DLL (Dan Lain Lain)

Framework CSS terdiri dari:
1. Bootstrap
2. Gumby
3. Foundation
4. Less Framework
5. JQuery UI
6. Unsemantic
7. Blue Print CSS

Fungsi Framework:
1. Mempercepat proses pembuatan aplikasi baik itu aplikasi berbasis desktop, mobile ataupun web.
2. Membantu para developer dalam perencanaan, pembuatan dan pemeliharaan sebuah aplikasi.
3. Aplikasi yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan handal, hal ini dikarenakan Framework sudah melalui proses uji baik itu stabilitas dan juga kehandalannya.
4. Memudahkan para developer dalam membaca code program dan lebih mudah dalam mencari bugs.
5. Memiliki tingkat keamanan yang lebih, hal ini dikarenakan Framework telah mengantisipasi cela - cela keamanan yang mungkin timbul.
6. Mempermudah developer dalam mendokumentasikan aplikasi - aplikasi yang sedang dibangun.